Dimana Hati Nuranimu Wahai Koruptor ? Apakah sudah rusak atau tak punya hati nurani lagi, sehingga melakukan korupsi uang negara tanpa peduli nasib bangsa sendiri. Sungguh ironis dan sungguh terlalu, sebab apa yang kau buat telah melukai hati rakyat Indonesia, apalagi anda dipilih sebagai wakil rakyat, malah korupsi. Yang jadi pertanyaan adalah uang hasil korupsi tersebut anda kemanakan ? Apakah diberikan kepada anak dan istri untuk memenuhi kebutuhan hidup atau hanya untuk berpoya-poya dengan wanita ?
Innalillah, hanya demi urusan duniawi anda rela mengorbankan nama baik keluarga besar anda dan hanya demi memenuhi kebutuhan agar terlihat mapan sebagai seorang manusia. Cobalah bercermin dan ingat kembali masa lalu anda sebelum melakukan KKN, sehingga anda bisa mencegah bahkan menghindari KKN. Jangan selalu berpikir bahwa dengan kekuasaan dan kekayaan, anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan. Jadilah seorang pemimpin yang bisa jadi panutan masyarakat setempat dan rakyat Indonesia pada umumnya.
Mungkin ada rasa bangga dalam hati anda sebagai koruptor, sehingga dengan santainya selalu mencari peluang yang bisa menghasilkan uang selama menjadi pejabat. Apakah benar demikian ? Saya rasa tak mungkin hati nurani anda berpikir demikian, sebab anda juga bagian dari rakyat Indonesia. Coba tengok kilas balik diri anda sebelum jadi pejabat, mungkin bisa sama dengan rakyat yang selama ini berharap akan adanya perubahan nasib dirinya maupun nasib bangsanya. Lantas kemana hati nurani anda setelah menjabat sebagai Pejabat atau Wakil Rakyat, yang katanya sebagai perwakilan rakyat dan siap menerima aspirasi rakyat yang dipimpinnya, baik di daerah maupun pusat.
Apakah selama ini tidak terpikir oleh anda, bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan berharap adanya bantuan Pemerintah. Sementara uang Negara yang bersumber dari rakyat telah diembat oleh oknum tak bertanggungjawab melalui KKN di lingkungan Pejabat Pemerintahan. Rasanya tak tega jika hal ini terus terjadi pada bangsaku Indonesia, sebab para Koruptor telah membuat rakyat Indonesia semakin terpuruk, baik dalam hal kepercayaan dari bangsa lain maupun dari berbagai aspek.
Sebentar lagi Pemilu 2014 akan diadakan, dan sebentar lagi ramai para politikus menjual diri melalui berbagai program menarik yang ditawarkan kepada rakyat. Mulai dana untuk membangung pedesaan tertinggal maupun program-program lainnya, yang menurut mereka baik untuk dilakukan. Padahal apa yang mereka jual, belum tentu laku dipasaran rakyat Indonesia, khususnya para pemain lama, sebab rakyat Indonesia sudah pintar menilai para calon wakil rakyat.
Innalillah, hanya demi urusan duniawi anda rela mengorbankan nama baik keluarga besar anda dan hanya demi memenuhi kebutuhan agar terlihat mapan sebagai seorang manusia. Cobalah bercermin dan ingat kembali masa lalu anda sebelum melakukan KKN, sehingga anda bisa mencegah bahkan menghindari KKN. Jangan selalu berpikir bahwa dengan kekuasaan dan kekayaan, anda bisa mendapatkan apa yang anda inginkan. Jadilah seorang pemimpin yang bisa jadi panutan masyarakat setempat dan rakyat Indonesia pada umumnya.
Mungkin ada rasa bangga dalam hati anda sebagai koruptor, sehingga dengan santainya selalu mencari peluang yang bisa menghasilkan uang selama menjadi pejabat. Apakah benar demikian ? Saya rasa tak mungkin hati nurani anda berpikir demikian, sebab anda juga bagian dari rakyat Indonesia. Coba tengok kilas balik diri anda sebelum jadi pejabat, mungkin bisa sama dengan rakyat yang selama ini berharap akan adanya perubahan nasib dirinya maupun nasib bangsanya. Lantas kemana hati nurani anda setelah menjabat sebagai Pejabat atau Wakil Rakyat, yang katanya sebagai perwakilan rakyat dan siap menerima aspirasi rakyat yang dipimpinnya, baik di daerah maupun pusat.
Apakah selama ini tidak terpikir oleh anda, bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan berharap adanya bantuan Pemerintah. Sementara uang Negara yang bersumber dari rakyat telah diembat oleh oknum tak bertanggungjawab melalui KKN di lingkungan Pejabat Pemerintahan. Rasanya tak tega jika hal ini terus terjadi pada bangsaku Indonesia, sebab para Koruptor telah membuat rakyat Indonesia semakin terpuruk, baik dalam hal kepercayaan dari bangsa lain maupun dari berbagai aspek.
Sebentar lagi Pemilu 2014 akan diadakan, dan sebentar lagi ramai para politikus menjual diri melalui berbagai program menarik yang ditawarkan kepada rakyat. Mulai dana untuk membangung pedesaan tertinggal maupun program-program lainnya, yang menurut mereka baik untuk dilakukan. Padahal apa yang mereka jual, belum tentu laku dipasaran rakyat Indonesia, khususnya para pemain lama, sebab rakyat Indonesia sudah pintar menilai para calon wakil rakyat.