Kamis, 26 Desember 2013

Gaji Tak Cukup Untuk Kebutuhan Hidup

Mungkin ini juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya KKN, yaitu merasa gaji yang diterimanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Padahal belum tentu benar asumsi yang bersangkutan akan hal tersebut. Seharusnya sebagai seorang manusia, harus bersyukur atas apa yang selama ini telah diterimanya, jika yang bersangkutan biasa menengok kehidupan orang lain yang jauh dibawah kemiskinan.
 
Tanpa disadari, maka asumsi yang salah tersebut menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, hanya karena urusan dunia, yang bersangkutan selalu berusaha untuk mencari penghasilan dengan menghalalkan segala cara. Entah itu korupsi di kantor maupun korupsi di perusahaan yang di pimpinnya. Ironis memang, jika kehidupan seseorang selalu dikaitkan dengan kebutuhan hidup mewah, apalagi pejabat negara, yang sudah jelas bisa dihitung oleh rakyat penghasilan bulanannya.
 
Apakah anda demikian ? Jika ya, maka sejak dini ubah pola pikir anda, perkuat iman dan hindari urusan dunia yang menyesatkan. Sebab lambat laun pikiran anda menjadi galau, karena ingin memenuhi kebutuhan hidup mewah, seperti apa yang anda lihat pada kehidupan orang lain. Lebih baik jadi diri anda sendiri, ketimbang harus mentereng dari hasil KKN, bentengi diri anda dengan prinsip bahwa hidup itu indah jika penuh rasa syukur.
 
Masalah tersebut di atas, sering terjadi di pemerintahan, sebab mereka ingin menjadi orang kaya dengan cara cepat. Padahal sudah jelas, jika ingin kaya, jadilah pengusaha, jangan jadi PNS, kalau mau cepat kaya, cari usaha sampingan diluar pekerjaan sebagai PNS, jangan mencari sampingan dengan cara KKN.